![]() |
| Tower PLN yang roboh di Baktiya, Aceh Utara. |
Tower PLN Nomor 354 di Desa Matang Sijuk Barat, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, tumbang ke dalam tambak akibat digergaji orang tak dikenal. Efeknya, terjadi pemadaman aliran listrik dimulai dari Panton Labu Aceh Utara hingga Banda Aceh, selama satu jam, yakni pukul 23.30 Wib-00.30 WIB, Minggu dinihari (8/1/2012).
"Namun pemadaman hanya satu jam saja. Karena dari dua line jaringan pada tower tersebut, hanya satu yang jatuh ke tanah, sedangkan satu line tergantung di atas. Jadi sementara ini, hanya line di atas yang digunakan. Sedangkan untuk perbaikan, kita sedang pesan tower ermegency dari Medan. Mungkin waktu perbaikan butuh dua tiga hari," ujar Manajer PLN Area Lhokseumawe Ir Defiar Anis, Minggu pagi.
Imbas Hingga Ke Banda Aceh
Manajer PLN Area Lhokseumawe Defiar Anis, membenarkan bahwa koneksi kembali terganggu akibat tower tumbang. Imbasnya pun dirasakan hingga ke Banda Aceh. Hingga kini, pihak PLN sedang berupaya menormalkan aliran listrik dengan menggunakan genset cadangan. Sejumlah genset yang tersedia di Bayu, Cot Trieng, Sigli dan sejumlah lokasi lainnya. "Kami tidak gunakan line atas dari tower tumbang, karena takut terganggu lagi. Makanya kami sedang usahakan menormalkan arus dengan gunakan genset," jelasnya.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Sabtu (7/1/2011) tengah malam menara PLN tersebut tumbang akibat digergaji oleh orang tak dikenal. Dampaknya, terjadi pemadaman listrik pada minggu dini hari, selama sekitar satu jam. Aliran listrik sempat normal karena pihak PLN gunakan kabel bagian atas dari tower yang tumbang. Kini pemadaman kembali terjadi dan belum diperoleh kabar lanjutan.
Pihak kepolisian setempat pun mengatakan belum mengetahui motif aksi penggergajian tersebut. Di lokasi kejadian polisi hanya menemukan sebuah gergaji dan cairan pelumas (oli).
Tower Emergency Telah Tiba di Lokasi
Tower ermegency yang dibawa dari Sumatera Utara untuk menggantikan tower PLN Nomor 354 yang tumbang di Desa Matang Sijuk Barat, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, telah tiba, Minggu (08/1/2012) sore. Kini sedang diturunkan dari mobil di lokasi.
“Jadi dengan tiba tower begitu cepat, target jadi berubah. Kalau tidak terkendala, malam hari nanti akan selesai didirikan. Bila memang begitu, berarti nanti malam akan kembali kita padamkan listrik satu sampai dua jam untuk proses pengalihan kabel. Bila proses pengalihan kabel selesai, berarti listrik akan normal kembali,” jelas Manajer PLN Area Lhokseumawe Defiar Anis, barusan. (bah)
Tidak Ada Pemadaman Bergilir di Aceh
General Manajer PT PLN (Persero) Wilayah Aceh, Sulaiman, memastikan pasokan listrik ke Aceh sudah kembali normal, menyusul pengoptimalan seluruh mesin genset di setiap daerah.
Daya yang dihasilkan dia katakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh. Meski tidak maksimal, pihaknya memastikan tidak ada jadwal pemadaman bergilir di Aceh.
"Daya yang dihasilkan mesin genset pas-passan. Namun itu cukup untuk memenuhi kebutuhan di Aceh. Pasokan sudah aman dan untuk saat ini belum ada jadwal pemadaman bergilir," kata Sulaiman kepada Serambinews.com, Minggu (8/1/2012) sore.
Terkait tower yang tumbang di di Desa Matang Sijuek Barat, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Sulaiman menjelaskan, saat ini sudah tiba tower emergency dan dibutuhkan waktu sehari untuk pemasangan. Selesai pemasangan tersebut baru akan dilanjutkan dengan pemasangan tower permanen.
Seperti diketahui, tower PLN Nomor 354 di Desa Matang Sijuek Barat pagi tadi diketahui tumbang digergaji OTK. Efeknya membuat listrik sepanjang lintas timur mengalami pemadaman. (tribunnews.com)
***
