Aceh Tercadas Sepanjang 2011

Ibarat batu, peristiwa atau fenomena terkadang juga cadas. Melukai hati rakyat. Lukanya dalam dan membekas. Selama 2011, ada beberapa peristiwa besar di Aceh. Begitu tajamnya, sehingga sebagian di antara peristiwa itu mendunia.

Diawali kasus bobolnya Rp220 miliar dana deposito Aceh Utara. Kasus ini melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara. Juga menghambat pembangunan kawasan industri terbesar di Aceh itu. Pula, belum tuntas hingga kini.

Awal Maret, banjir bandang melanda Tangse, Pidie. Kiriman air itu melumpuhkan perekonomian warga yang selamat dari bencana. Hampir bersamaan, aliran sesat bermunculan. Kasus tersebut dan kasus pemukulan khatib Jumat di pangkal September mendunia.

Di pucuk Juni, ribuan massa yang mengatasnamakan Komite Mahasiswa Peduli Aceh (KMPA) berunjuk rasa di depan Kantor DPR Aceh di Banda Aceh, menolak calon independen pada Pilkada Aceh.
Penghujung November, granat meledak di halaman Seuramoe (kantor) calan gubernur dan wakil gubernur Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan di Banda Aceh. Tiga hari kemudian granat melukai tiga mahasiswa di lokasi berdekatan.

Paling heboh di medio Desember, penangkapan dan pembinaan 65 punkers di Banda Aceh. Namun paling tragis, penembakan di Aceh Utara di minggu pertama bulan terakhir Masehi ini yang menewaskan tiga orang. Dan tercadas, penembakan jelang pergantian tahun. Nyaris dalam tempo bersamaan, menewaskan tiga pekerja di Bireuen dan seorang penjaga toko di Banda Aceh.[]


Ratusan pengikut aliran Millah Abraham di Aceh ketika disyahadatkan kembali di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.(HARIAN ACEH | RAHMAD KELANA)

Ilyas Pasee menjalani sidang bobolnya kas daerah Aceh Utara.(HARIAN ACEH | RAHMAD KELANA)

Banjir bandang di Tangse, Kabupaten Pidie.(HARIAN ACEH | MASRIZAL)

Ribuan massa KMPA mendatangi kantor DPRA untuk mendukung anggota DPRA yang menolak calon independen dimasukkan dalam Qanun Pilkada Aceh.(HARIAN ACEH | JUNAIDI HANAFIAH)

Aparat kepolisian berjaga-jaga saat dilakukan olah TKP pelemparan granat di Lamprit Banda Aceh.(HARIAN ACEH | JUNAIDI HANAFIAH)

Pembinaan punk di spn seulawah setelah mereka tertangkap saat menggelar konser di banda aceh.(HARIAN ACEH | JUNAIDI HANAFIAH)

Korban penembakan di Sp Ilie Ulee Kareng Banda Aceh. (Harian Aceh | Junaidi Hanafiah)
Sumber : Harian Aceh

Post a Comment

Previous Post Next Post