10 Negara Bahas Hubungan Aceh - Turki


BANDA ACEH  — Para peneliti dari 10 negara yang tergabung dalam International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) kembali menggelar seminar mengenai sejarah hubungan kerjasama Kerajaan Aceh dengan Turki Usmaniah dan Asia Tenggara di Pasca-Sarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu dan Kamis (11-12/1/2012).

Rencananya mereka akan menyajikan hasil penelitian tiga tahun bertajuk Islam, Perniagaan dan Politik sepanjang lintasan Samudera Hindia di masa lalu.

Lokakarya akan menampilkan sejumlah pembicara. Di antaranya, terdapat mantan rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Prof Azyumardi Azra, peneliti dari Australian National University Anthony Reid, Andrew Peacock dari British Institute at Ankara, dan Annabel Gallop dari The British Library. Pembicara lain berasal dari Malaysia, Indonesia, Filipina, Hongkong, Inggris, Amerika, Italia, Jepang, Turki, dan Rusia.

Lokakarya internasional ini digelar untuk mempresentasikan hasil penelitian tiga tahun yang didanai British Academy tentang Islam, perniagaan, dan politik di kawasan Samudera Hindia. Penelitian dilakukan dalam kurun waktu 2009-2012 dan dikelola oleh Association for South East Asian Studies UK (ASEASUK) dan British Institute at Ankara.

Direktur ICAIOS, Saiful Mahdi mengatakan, Kegiatan ini nantainya akan memaparkan secara langsung hasil penelitian para ahli yang meneliti hubungan antara bangsa-bangsa di kekaisaran Utsmani dan Republik Turki dengan bangsa-bangsa muslim Asia Tenggara antara abad keenam belas hingga abad kedua puluh.

“Kita berharap Aceh akan ikut mewarnai hubungan antarbangsa lintas Samudera Hindia ini. Mengingat sejarah menunjukkan Aceh dengan posisi strategisnya bisa melakukannya,” katanya.

Seminar internasional yang bertema “Dari Anatolia Hingga Aceh: Utsmani, Turki, dan Asia Tenggara” ini rencananya akan diisi oleh 20 pembicara dari 10 negara dan akan diikuti oleh sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan.

“Ini adalah sebuah kegiatan akademik antarbangsa yang sangat penting. Kita yakin Aceh dapat kembali mengambil peran terutama lewat hubungan intelektual, akademik, social,budaya dan ekonomi,” kata Saiful Mahdi.

Tahun 2011, ICAIOS sukses menggelar kegiatan serupa dengan mengangkat tema Aceh sebuah model bagi dunia dalam melihat hubungan antara Islam dan non-Islam, Timur dan Barat.

Menghadirkan peneliti dari Barat, seminar tersebut membahas perkembangan isu mutakhir soal Aceh, mulai dari sejarah, politik, agama, hingga masalah gender. [] -- ACEHKITA.COM

Post a Comment

Previous Post Next Post