
Laporan Dailymail, Selasa, 16 April 2013, yang menyatakan sebenarnya ada tujuh bom yang ditanam di acara itu. Dua di antaranya meledak di dekat garis finish dengan selisih waktu 12 detik.
Saat ini petugas masih menyisir seluruh lokasi lomba dan menggeledah setiap benda mencurigakan. Di lokasi kejadian, banyak tas dan peralatan berlari yang ditinggalkan pemiliknya karena mereka bergegas menyelamatkan diri.
Polisi setempat sibuk mencari seorang lelaki berkulit gelap yang selalu berusaha masuk ke wilayah panitia lomba. Pria itu mengenakan pakaian hitam, menenteng tas ransel hitam, dan beraksen asing.
Anggota parlemen dari Partai Republik, Bill Keating menyampaikan informasi tersebut seperti dikutip oleh CNN, Selasa (16/4/2013). Menurut Keating, yang juga anggota Komisi Keamanan Nasional ini, ledakan tersebut sangat terencana dan dikoordinasikan dengan baik.
"Serangan yang canggih, terkoordinasi dan terencana," ucap Keating yang mewakili negara bagian Massachusetts ini.
Satu bahan peledak ditemukan di salah satu hotel yang terletak di Boylston Street, yang menjadi lintasan Boston Marathon. Sedangkan bom lainnya ditemukan di sebuah lokasi yang dirahasiakan, namun masih berada di area dekat ledakan.
Kepala Pemadam Kebakaran Boston membenarkan temuan bom yang belum diledakkan tersebut.
Sebelumnya, dua ledakan bom terjadi di dekat garis akhir (finish) event maraton Boston Marathon, yang berjarak 50-100 meter dari para pelari. Dilaporkan 3 orang tewas, termasuk seorang anak berusia 8 tahun akibat kedua ledakan bom yang terjadi hanya dalam selisih waktu sekitar 12 detik.
Sedangkan, sejumlah rumah sakit di Boston dilaporkan telah menerima setidaknya 144 korban luka-luka. Sedikitnya 17 orang di antaranya saat ini dalam kondisi kritis.
|
|