Nyaris mirip, Rohingya pun diajak Bicara Bahasa Aceh


KEMIRIPAN wajah antara etnis Rohingya dengan warga lokal di Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, sering kali menimbulkan kesalapahaman dan kejadian lucu. Hal ini disampaikan Keuchik Ladong, Rusli, Kamis 11 April 2013.

Saat ini sebanyak 74 warga Rohingya ditampung di tempat penampungkan milik Dinas Sosial di Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya.

"Kadang-kadang sangking miripnya membuat warga salah sangka. Warga mengajak ngomong mereka pake bahasa Aceh," kata Rusli.

Menurutnya, masyarakat sangat bersimpati kepada etnis Rohingya tersebut.


"Mereka saudara se iman kita. Jadi kami sudah menganggap mereka saudara dan setiap hari ada saja yang datang melihat mereka. Namun susah kita bedakan mana Rohingya dan mana relawan, sehingga kadang-kadang Rohingya pun diajak bicara bahasa Aceh," katanya.


Muhammad Musa. Salah seorang etnis Rohingya yang terdampar di Pulo Aceh.
@MURDANI/ATJEHPOSTcom

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 74 warga etnis Rohingya dilaporkan terdampar di Pulo Aceh, Aceh Besar, Minggu sore, 7 April 2013. Mereka sempat terkatung-katung di perairan Aceh sebelum ditolong nelayan dan diarahkan ke Pulo Aceh.

Mereka dibawa menggunakan boat penumpang dari Pulo Aceh sekitar pukul 8.00 Wib dan tiba di Lampulo pukul 10.00 Wib.

Di Lampulo, mereka disambut Kapolres Aceh Besar AKBP Djadjuli beserta anggota polisi lainnya. Dari sana, mereka langsung dibawa ke Krueng Raya menggunakan bus Dinas Perhubungan. Untuk sementara, mereka ditempatkan di Ladong, Krueng Raya, Aceh Besar.

sumber:atjehpost

Like → Tweet :
Join → Follow :
Previous Post Next Post