![]() |
| Kapolsek Martapura Selamat Setelah Pura-pura Mati |
MARTAPURA - Kapolsek Martapura, Kompol Ridwan (49) terbaring lemas di Paviliun Soeparto kamar No 1 Rumah Sakit Bhayangkara, Palembang, Kamis (7/3/2013). Perwira Pertama (Pama) di kepolisian ini menjadi korban pengeroyokan oknum Anggota TNI di ruang kantornya.
Kompol Ridwan sebenarnya mengetahui aksi pembakaran dan pengrusakan Polres Ogan Komering Ulu (OKU), pagi kemarin. Ia malah masih sempat menelepon adik Toni (35), adik iparnya yang tinggal di Palembang, mengenai kondisi perusakan itu.
"Tadi pagi kak Ridwan nelpon saya untuk memberi tahu pembakaran Polres OKU. Saya sudah peringati agar dia (Ridwan) berhati-hati," jelas Toni, pria yang mengaku adik iparnya dilansir Tribun Sumsel di Rumah Sakit Bhayangkara kemarin.
Meski tahu, ayah dari tiga orang anak ini tetap berada di kantornya. Ketika puluhan oknum TNI mendatangi Polsek Martapura, Ridwan berusaha menenangkan. Ternyata puluhan oknum TNI itu tidak menggubris perkataan Kompol Ridwan. Tidak lama kemudian, beberapa pukulan menghunjam tubuh dan muka pria yang baru dua bulan bertugas di sana.
Kompol Ridwan lalu dikirim ke Palembang menggunakan helikopter. Ia sempat mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara. Lengan kirinya discanning di Rumah Sakit Siti Khadijah. Barulah setelah itu, Ridwan dipindah perawatannya ke Paviliun Soeparto kamar No 1 Rumah Sakit Bhayangkara, Palembang.
Kepada dokter, Ridwan menjelaskan, ia selamat karena pura-pura mati. Oknum TNI yang mengira korban telah mati, lalu meninggalkannya begitu saja. Tak lama kemudian, pedagang di sekitar Polsek yang melihat segera menolong Kompol Ridwan.
"Kakak itu tidak tahu kalau tiba-tiba kantornya diserang juga. Sekarang kondisinya sudah membaik. Mukanya memar dan tangannya dililit perban. Saya kenal kakak itu tidak banyak ulah," ujar Toni mengenai kondisi kakak iparnya itu.
Sebelumnya, kapolsek Martapura sempat diisukan tewas ditempat kejadian.
|
|
