
Korea Utara mengancam akan mengebom pangkalan udara AS di Okinawa dan Guam serta mengeluarkan signal kemungkinan ada serangan udara pada Kamis (21/3). Tentara Korut juga disiagakan penuh, menurut media pemerintah Pyongyong.
“AS jangan lupa bahwa peralatan presisi sasaran yang kami miliki bisa menjangkau pangkalan Angkatan Udara AS Andersen di Guam tempat B-52 diluncurkan, serta bisa membidik pangkalan Angakatan Laut AS Okinawa tempat kapal selam bertenaga nuklir berlabuh,” tulis seorang juru bicara komando pertahanan seperti dikutip kantor berita KCNA.
Ancaman itu muncul sebagai respons terhadap rencana AS menggelar latihan militer bersama Korea Selatan dengan mengerahkan jet tempur B-52.
“Kami tidak bisa mentolerir latihan serangan nuklir yang menjadikan kami sebagai target, dan mengiklankan diri mereka sebagai pesan peringatan,” ujar sang juru bicara.
Peringatan serangan udara dikeluarkan pada jam 9:32 waktu Korut dengan meminta tentara dan rakyat sipil agar bersiaga menghadapi serangan udara itu, seperti disiarkan di Korean Central Televisi.
Sebuah laporan yang dilansir oleh kantor berita Korsel Yonhap merupakan bagian dari latihan militer, meskipun tidak ada konfirmasi dari Pyongyang. Provokasi seperti ini muncul di tengah meningkatnya tensi di Semenanjung Korea dan ancaman sanksi PBB pada percobaan nuklir ketiga pada Februari.
Pada hari Senin, AS mengatakan setiap pengerahan sumberdaya, termasuk persenjataan nuklir, bisa disediakan untuk Korsel jika benar-benar terjadi konfrontasi dengan Korut.
Pada awal Maret, Pyongyang mengancam akan habis-habis dalam perang nuklir dengan AS dan Korsel setelah dua negara ini melakukan latihan militer gabungan di Semenanjung Korea.
Korut juga menganulir perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri perang Korea pada 1953, dan menyebut latihan gabungan militer itu merupakan persiapan dari sebuah invasi. | KCNA/INILAH
|
|