Lahir di Bologna, Italia, 13 Februari 1960; Pierluigi Collina adalah seorang wasit sepak bola legendaris berkepalanya plontos dan berwajah yang khas dan nama julukan Kojak. Ia adalah penasehat finansial dan secara umum dianggap sebagai salah satu wasit sepak bola terbaik di dunia sebelum mengundurkan diri pada bulan Agustus 2005.Selama masa remajanya, ia bermain sebagai bek tengah untuk sebuah tim lokal, namun pada tahun 1977 ia menerima tawaran untuk menjadi wasit ketika kelihatannya ia berbakat untuk melakukan pekerjaan ini. Pada tahun 1988, ia berkembang secara pesat, bahkan lebih pesat daripada lazimnya seorang wasit, sehingga ia dipromosikan sampai divisi nasional tingkat tiga, Seri C1 dan Seri C2. Setelah tiga musim ia dipromosikan untuk memimpin pertandingan Seri B dan Seri A.
Pada Olimpiade 1996, ia mewasiti lima pertandingan, termasuk pertandingan final antara Nigeria dan Argentina; dan pada tahun 1999 ia memimpin pertandingan final UEFA Champions League antara Bayern München dan Manchester United. Pada tahun 2002, ia mencapai puncak kariernya dengan memimpin pertandingan final Piala Dunia antara Brasil dan Jerman. Ia juga merupakan wasit pada pertandingan final Piala UEFA pada tahun 2004 antara Valencia dan Olympique Marseille.
Meski Collina secara umum dihubungkan dengan sepak bola, klub olahraga favoritnya adalah sebuah klub bola basket. Ia merupakan seorang pendukung berat Fortitudo Bologna, salah satu klub utama Eropa. Setelah mengundurkan diri dari profesi sebagai wasit, ia mengaku bahwa ia merupakan seorang pendukung S.S. Lazio.
Pada Desember 2006, ia ditunjuk sebagai konsultan Asosiasi Wasit Liga Italia. Ia membantu Ketua Wasit Liga Italia Cesare Gussoni. Sejak pensiun, ia bekerja sebagai penasehat keuangan. wikipedia
Baghdad Jatuh Ke Tangan Hulagu Khan

Tanggal 13 Februari tahun 1258, kota Bagdad yang saat itu berada di bawah pemerintahan Dinasti Abbasiah, jatuh ke tangan Hulagu Khan dari Mongol. Raja terakhir Dinasti Abbasiah, yaitu Al-Mu'tashim-billah, dibunuh dan dengan demikian, berakhirlah masa 520 tahun pemerintahan dinasti ini.
Dalam serangan Hulagu Khan tersebut, setengah dari penduduk kota Bagdad dibunuh massal. Bangunan-bangunan bersejarah dan perpustakaan besar kota itu yang menyimpan banyak buku-buku bernilai tinggi, juga hancur dibakar.