
ALEPPO - Fraksi oposisi Suriah mengklaim, korban jiwa dari konflik berdarah yang sudah berlangsung sejak 2011 itu mencapai 46 ribu jiwa. Sebanyak 85 persen korban di antaranya warga sipil.
Menurut laporan dari fraksi oposisi, kurang lebih 39.520 orang korban perang Suriah yang tewas pada 2012 lalu adalah warga sipil. Menurut utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Liga Arab, Lakhdar Brahimi, jumlah korban akan meningkat pada tahun ini.
"Jangan berharap hanya 25 ribu orang akan meninggal di 2013, 100 ribu orang bisa tewas," ujar Brahimi, seperti dikutip CNN, Rabu (2/1/2012).
Tepat pada awal tahun baru 2013, Pemerintah Suriah dan oposisi berperang di wilayah luar Kota Damaskus. Peperangan serupa juga terjadi di dekat Kota Aleppo yang selama ini menjadi basis oposisi.Pemerintah Suriah mengumumkan penutupan Bandara Aleppo karena adanya pertempuran. Mereka pun melakukan bombardir udara untuk melumpuhkan kekuatan oposisi.
Perdana Menteri Suriah Wael al-Halaqi mengatakan bahwa Suriah selalu membuka pintu dialog untuk menyelesaikan konflik. Bersamaan dengan itu, Brahimi terus mendesak seluruh pihak di Suriah untuk mengakhiri perselisihan dan berpartisipasi dalam dialog nasional.
Perang internal di Suriah terbukti membawa dampak yang sangat buruk bagi bocah-bocah kecil di negara Arab tersebut. Bocah-bocah itu mengalami tekanan batin yang cukup serius karena mereka menyaksikan bagaimana sekolahnya dibakar dan keluarganya yang tewas.
*CNN | OKEZ | AZ