Kilas Balik Aceh 2012: Aceh Tercadas Sepanjang 2012


1. Gempa Aceh 7,1 SR Dini Hari


Permulaan tahun 2012, Sebagian Aceh dikejutkan Gempa berskala 7,1 SR yang berpotensi tsunami, pada Rabu, 11 Januari sekitar pukul 01.40 WIB tepat tengah malam. Menimbulkan kepanikan luar biasa di sejumlah wilayah Aceh.

Kepanikan mulai terjadi ketika lima menit pascagempa. Warga yang mendiami pesisir pantai berbondong-bondong ke sejumlah titik di pusat kota. Masyarakat Aceh Jaya juga panik dan berlarian menjauh dari pesisir pantai sesaat setelah gempa kuat pada Rabu dini hari itu.

Sejumlah stasiun televisi nasional mengingatkan ancaman tsunami di beberapa kawasan termasuk Aceh Barat, Banda Aceh, dan Aceh Besar. Di Meulaboh, hampir seluruh jalur utama kota itu, terutama dari kawasan pesisir ke zona aman penuh sesak dengan berbagai kendaraan, termasuk yang berjalan kaki.

Masyarakat mempertanyakan sirine early warning system tak berbunyi meski ada peringatan potensi tsunami dari BMKG. Meski sempat dilaporkan berpotensi tsunami, Namun Alhamdulillah musibah itu tidak terjadi.

2. Kontroversi Best Western Hotel


Ribuan masyarakat Banda Aceh dibuat marah oleh rencana pembangunan hotel mewah, Best Western Hotel and Mall setinggi 42 meter dengan 12 lantai itu direncanakan dibangun di bekas Geunta Plaza atau tepatnya di sebelah tenggara Masjid Raya Baiturrahman dengan menelan investasi Rp200 miliar.

Ulama pun angkat bicara, pembangunan hotel itu dinilai akan merusak Landmark Masjid Baiturrahman dan menodai kehormatan Masjid Kebanggaan Rakyat Aceh itu.

Protes mereda setelah Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin menyatakan tidak ada izin pembangunan untuk "Best Western Hotel dan mall" yang dikeluarkan pemerintah.

"Sekali lagi saya tegaskan, Pemerintah Kota Banda Aceh hingga saat ini belum mengeluarkan IMB pembangunan hotel dan mal di samping Masjid Raya Baiturraman itu," katanya.

3. Banjir Bandang Tangse


Setelah sempat porak-poranda diterjang banjir bandang pada 10 Maret 2011, Tepat 24 Februari 2012 sejumlah desa di Kecamatan Tangse, Kecamatan Pidie kembali didera musibah serupa. Bedanya, banjir kali ini disebabkan luapan sungai menyusul hujan deras.

Seorang warga Desa Blang Malo Kecamatan Tangse, dilaporkan hilang, diduga terseret banjir bandang yang melanda wilayah itu. 

Banjir yang menyapu sedikitnya 10 desa di Kecamatan Tangse akibat meluapnya Krueng Inong, salah satu aliran sungai yang melintasi kecamatan itu.

4. Wafatnya Ulama Besar Aceh, Abuya Muhibuddin Wali


Rabu, 7 Maret 2012, Aceh kehilangan lagi seorang ulama kharismatik dan menjadi panutan umat. Wafat sekitar pukul 22.00 wib di Rumah Sakit Fakinah, Banda Aceh.

Abuya, sapaan ta’zim terhadap Muhibbuddin Waly sebagai pewaris mahkota spiritual di Aceh karena beliau ulama keturunan Syekh Muda Waly, ulama besar Minangkabau masa lalu. Dia adalah guru Tarekat Naqsyabandiyah. Ia menerima ijazah tarekat dari beberapa mursyid, termasuk dari Syekh Alawy Al-Maliky.

Walau penyakit gula darah menggerogoti tubuhnya, beliau tidak pernah berhenti dan selalu menyempatkan diri menghadiri sejumlah acara sosial kemasyarakatan hingga akhir hayatnya. Abuya Prof. Dr. Tgk. H. Muhibuddin Wali Al Khalidy, juga Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Labuhan Haji.

5. Zaini-Muzakkir Pimpin Aceh


Mantan Petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf resmi dilantik sekaligus disumpah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh untuk masa jabatan 2012-2017.

Zaini dan Muzakir dinobatkan sebagai pemimpin Aceh ke-23 setelah menang telak dengan raihan suara 55 persen dalam Pemilukada pada 9 April lalu. Keduanya diusung Partai Aceh, patai bentukan mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Masyarakat Aceh menggatungkan banyak harapan ditangan Zaini dan Muzakir terhadap masa depan Aceh 5 tahun ke depan.

6. Gempa Dahsyat 8,5 SR Guncang Sumatera


11 April 2012, Jutaan orang yang tinggal di sepanjang pesisir Samudera Hindia mengalami kepanikan luar-biasa saat peringatan tsunami menyusul dua gempa berkekuatan besar yang mengguncang Sumatera. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) awalnya mengumumkan, lindu berkekuatan 8,9 skala Richter, lalu dimutakhirkan menjadi 8,5 SR, terakhir 8,3 SR. Gempa ke dua terjadi beberapa jam berikutnya terjadi pukul 17.43 WIB, dengan kekuatan 8,1 SR.

Pasca gempa pertama, panik melanda Aceh. Sambil menangis, warga berlarian ke luar rumah, melompat ke kendaraan untuk mengungsi ke lokasi lebih tinggi.

Listrik padam, sirine meraung, bercampur dengan suara adzan yang bergema di mana-mana. Dari bibir warga, kalimat takbir, "Allahu Akbar", Allah Maha Besar diteriakkan warga.

warga berbondong-bondong memenuhi jalur evakuasi, macet tak terhindarkan. Sementara di Sumatera Utara, warga tak hanya dikagetkan guncangan lindu, tapi juga polah Danau Toba yang tak biasa. Air yang biasanya tenang, bergolak, membentuk pusaran air deras.

Adegan yang sama juga terjadi di sejumlah negara lain. Warga Malaysia dilanda kekhawatiran, turis di Phuket, Thailand beramai-ramai menjauhi pantai dan menaiki gedung-gedung tinggi yang sempat diterjang Tsunami kecil.

Di Sri Lanka, warga dengan pakaian dan barang bawaan seadanya mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi. Para pekerja di gedung-gedung tinggi di ibu kota Kolombo, dievakuasi. Guncangan juga terasa di India, kengerian gempa dahsyat ini juga sampai ke Afrika.


7. Situs Sejarah Lamuri dijadikan Lapangan Golf


Kemarahan masyarakat Aceh menyeruak setelah Investor China dikabarkan akan menyulap situs sejarah di Banda Aceh-Bukit Lamreh (Lamuri), Aceh Besar yang selama ini dikenal sebagai makam para Aulia dan Ulama Besar, menjadi lapangan golf.

Sejumlah lembaga masyarakat berduyun-duyun melayangkan protes, kekuatan pun digalang untuk menggagalkan rencana pembangunan proyek tersebut. 

Lamuri disebut-sebut cikal bakal berdirinyas kerajaan Aceh Darussalam, adanya Lamuri maka lahirlah Aceh seperti saat ini.

8. Geger Ajaran Sesat Laduni di Aceh Barat


Ajaran sesat laduni di Aceh Barat membuat geger masyarakat bumi serambi. Pasalnya, kebiasaan pengikut beribadah aliran Laduni ini, sangat bertolak belakang dengan aktivitas ibadah umat berbagama Islam pada umumnya. 

Aliran Laduni ini tidak menunaikan ibadah shalat Jum'at, hanya melakukan shalat tiga waktu dalam sehari, dan mempercayai jika guru mereka adalah malaikat dan menganggap Imam mahdi nabi terakhir, bukan nabi Muhammad SAW.

Para pengikut ajaran sesat ini akhirnya disyahadatkan kembali oleh sejumlah Ulama di Aceh Barat.

9. Syariat Islam Aceh Diserang


Bulan Oktober 2012, Pelemahan Syariat Berkedok HAM. Penerapan hukum Syariat Islam di Aceh diserang dari segala penjuru. Serangan itu tampak jelas dari timpangnya pemberitaan syariat Islam di media massa. 

Hal itu terlihat mulai dari kasus bunuh diri PE di Langsa yang di-blow up para jurnalis tertentu secara berlebihan, hingga upaya pendangkalan akidah dan pemurtadan yang dilakukan LSM dan NGO asing yang membawa misi agama non-Islam ke Aceh, seperti terungkap di Aceh Barat.

10. Kontroversi Lambang dan Bendera Aceh


Rancangan qanun Penetapan bendera bintang bulan dan lambang Aceh buraq-singa sebagai lambang dan bendera Aceh, menuai kontroversi.

Dalam draf itu tertuang bentuk bendera Aceh berwarna dasar merah persegi empat dengan dua buah garis lurus masing-masing di bagian atas dan bawah, satu garis hitam masing-masing di bagian atas dan bawah, serta gambar bulan bintang. 

Untuk lambang akan terdiri dari gambar singa, burak, rencong, gliwang, perisai, rangkaian bunga, daun padi, jangkar, huruf tulisan Arab, kemudi, dan bulan bintang dengan semboyan Hudep Beu Sare Mate Beu Sajan.

Kontroversi kian hangat setelah Panglima Kodam Iskandar Muda menyebutnya berbau separatis. Nampaknya, Pro-Kontra Lambang dan Bendera Aceh akan terus berlanjut hingga tahun 2013 mendatang.[*/azzans]

*ACW | AC | KALEIDOSKOP
Like → Tweet :
Join → Follow :
Previous Post Next Post