 |
| kominfo.go.id |
BANDA ACEH - Duta Besar Turki untuk Indonesia, Zekeriya Okcam, mengingatkan masyarakat Aceh agar jangan terlena pada kejayaan sejarah masa lalu. Sekarang saatnya melanjutkan perdamaian, kemakmuran, dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik.
Hal itu ia katakan dalam pertemuan dengan pimpinan dan anggota DPRA, Kamis (18/10). “Aceh jangan lagi hanyut dengan kejayaan sejarah masa lampaunya. Pascadamai dan pilkada, adalah saat melaksanakan janji yang pernah disampaikan yaitu melanjutkan perdamaian, kemakmuran dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Zekeriya Okcham.
Diakui, Aceh memang memiliki hubungan erat dengan Turki, terutama pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Pada masa itu banyak orang Aceh belajar ke Turki, dan banyak orang Turki berdagang ke Aceh. Namun hubungan itu mulai memudar ketika Belanda dan Portugis masuk ke Asia. Masing-masing bangsa sibuk mempertahankan wilayahnya.
Kerja sama masa lalu itu kata Zekeriya Okcham, bisa dilanjutkan kembali di masa ini dengan cara saling melakukan kunjungan. “Pemerintah Turki siap membantu Pemerintah Aceh dalam membangun ekonominya.” tuturnya.
 |
| Dubes Turki, Zekeriya Okcham dan Gubernur Zaini Abdullah |
Zekeriya Okcham juga menyanggupi permintaan Wakil Ketua II DPRA, Drs Sulaiman Abda, yang menyarankan Turki mendatangkan investor ke Aceh. “Kita siap mendatangkan investor ke Aceh. Tetapi Pemerintah Aceh dan pengusaha harus sudah menyiapkan data potensi usaha yang bisa digarap dan dikerjasamakan dengan pengusaha Turki,” timpalnya.
Selain itu, lokasi usaha yang akan dikerjasamakan dan diberikan kepada pengusaha Turki juga harus sudah memiliki fasilitas prasarana dan sarana infrastruktur dasar, seperti jalan, listrik, telpon, air dan lain sebagainya.
“Karena pengusaha Turki yang akan kita datangkan adalah pengusaha yang sudah jadi, dan ia tidak mau direpotkan dengan berbagai prasarana dan sarana infrastruktur dasar yang belum mencukupi,” demikian Zekeriya Okcam.
 |
| atjehpost |
 |
| atjehpost |
 |
| atjehpost |
Source: SERAMBI INDONESIA