
Islamabad, Maraknya aksi protes anti-Amerika atas film yang menghina Islam "Innocence of Muslims" mendatangkan buah manis bagi pria Pakistan ini. Usaha percetakannya mengeruk keuntungan besar dari banyaknya bendera AS yang terjual.
Aksi protes atas film amatir yang dibuat di AS itu, telah menewaskan lebih dari 20 orang di Pakistan dalam beberapa pekan terakhir. Namun bagi Naveed Haider, bisnisnya meroket.
Haider tahu benar ketika aksi unjuk rasa atas film kontroversial tersebut mulai terjadi, hal itu merupakan peluang baginya untuk mengeruk keuntungan."Tiap kali ada demonstrasi seperti ini, saya membuat (bendera) 10 kali lebih banyak dari yang biasanya," kata Haider yang menjadi manajer percetakan Panaflex yang berlokasi di Rawalpindi.
Bendera-bendera AS terjual antara 120 hingga 1.500 rupee (US$ 1,25 hingga US$ 16), tergantung pada ukuran dan kualitas bahan bendera. Bendera-bendera AS tersebut laku keras dalam beberapa pekan terakhir karena sering digunakan oleh para demonstran. Dalam aksi demo tersebut, bendera-bendera AS diinjak-injak, disobek dan bahkan dibakar.
Bagi Asim, seorang pelayan restoran, membakar bendera AS merupakan bagian vital dari aksi protes manapun. Asim mengaku telah membakar bendera AS dalam sebulan.
"Itu mendatangkan kesenangan bagi saya," tutur pria berumur 22 tahun itu. "Itu bukan kejahatan, tapi cara berekspresi seperti yang lainnya," imbuh pemuda itu.
Di seluruh dunia, aksi protes atas film "Innocence of Muslims" telah menewaskan lebih dari 50 orang sejak aksi demo pertama kali terjadi di Libya pada 11 September, yakni ketika Dubes AS Chris Stevens dan tiga pejabat AS lainnya luka-luka.
*Sumber: DETIK