![]() |
| Tukang Cukur di Mekkah (flick) |
“Ah, dasar kau barbar!” Barbar maksudnya tidak beradab, primitif, tidak tahu adat. Kira-kira begitulah kita memahami arti kata "barbar".
Di Mekah, Arab Saudi, makna barbar tidak seperti itu. Barbar artinya tukang pangkas rambut. Ya, kayak tukang pangkas rambut Madura itu, lho!
Cukup banyak barbar di Tanah Haram. Di pinggir-pingir jalan terpampang pengumuman "barbar", sama ramainya dengan restoran atau rumah makan.
Bahkan, di sebuah pertigaan jalan di Aziziah, dua kilometer dari Masjidil Haram, ada beberapa petunjuk jalan dan material promosi "di sini barbar".
Beda dengan di Indonesia, tukang cukur Arab tidak cukup hanya menyediakan gunting tapi harus menyiapkan pisau cukur jenggot. Anda tahu, bukan: jenggot orang Arab lebat-lebat. Kalau cuma pisau cukur biasa, mah, lewat.

Jangan coba-coba pakai silet. Mungkin perlu satu dos silet untuk meratakan jenggot seorang "pasien barbar".
Dalam ajaran Islam, cukur tidak hanya terkait rapi-merapikan. Ia juga terkait dengan agama. Tahalul, misalnya. Tahalul (mencukur rambut) adalah rukun wajib bagi ibadah umroh maupun haji.
Saat ini sekitar tiga juga jamaah haji berkumpul di Mekah untuk persiapan wukuf di Arafah. Bayangkanlah, berapa banyak membutuhkan tukang cukur rambut.
Di beberapa toko terdapat gunting. Pemotong rambut ini biasanya di simpan di lemari meja kasir. Dia barang yang laku sekarang di Mekah. Di mana barbar langganan Anda?
Catatan Wartawan Tribun, Dahlan Dahi, dari Mekah
Sumber: TRIBUNNEWS
