ATJEHCYBER | Presiden Suriah, Bashar al Assad mengatakan hari Ahad (26/8/2012) bahwa ia tak akan menyerah pada scenario asing yang dilancarkan terhadap negaranya, demikian laporan menurut kantor berita resmi SANA.
“Orang-orang Suriah tidak akan mengizinkan konspirasi ini mencapai tujuannya,” kata Assad. “Apa yang terjadi sekarang tidak hanya diarahkan pada Suriah, tetapi seluruh wilayah sekitar. Karena Suriah adalah tolakan, kekuatan asing menargetkan konspirasi mereka berhasil di seluruh wilayah. ”
Pernyataan Assad keluar setelah pertemuan dengan delegasi Iran yang dipimpin oleh Alaeddin Boroujerdi, kepala Keamanan Nasional Parlemen Iran dan Komisi Kebijakan Luar Negeri. Boroujerdi juga bertemu dengan Wakil Presiden Suriah Farouk al-Sharaa.
Saat ini, setidaknya 213 orang telah tewas di seluruh Suriah hari Ahad kemarin saja. Korban yang merupakan kaum Sunni ini dibantai oleh pasukan yang setia kepada al-Assad, demikian laporan dari Komite Koordinasi Lokal (LCC). Kelompok aktivis mengatakan lebih dari setengah dari pembunuhan terjadi di Damaskus dan sekitarnya.
Tentara Suriah dituduh melakukan pembantaian di kota Darya ketika 300 mayat ditemukan pada hari Sabtu (25/8/20120), sehari setelah kota itu direbut kembali oleh pasukan pemerintah Syiah Suriah.
Dalam 48 jam terakhir, diperkirakan korban tewas sudah lebih dari 550 orang, termasuk anak perempuan, dan menjadikan peristiwa dua hari itu menjadi salah satu pembantaian tertinggi sejak pergolakan kekuasaan Suriah pecah pada bulan Maret 2011.
sumber: Islampos