
Missoula – Awalnya, El Aziza di Libya diklaim menjadi tempat paling panas di dunia. Namun, peneliti Amerika Serikat (AS) menemukan tempat terpanas di Bumi. Ingin tahu?
El Aziza dinyatakan menjadi tempat terpanas pada 13 September 1922 dengan suhu tercatat mencapai 57,78C. Namun, menggunakan data dari US Geological Survey (USGS), tim dari University of Montana menemukan tempat terpanas di Bumi.Ternyata, Tempat paling panas di bumi ternyata ada di Iran.
Temuan terbaru dari para peneliti University of Montana menunjukkan Gurun Lut di Iran sebagai tempat terpanas di Bumi dengan suhu mencapai 70,7 derajat Celcius (159,3 Fahrenheit) pada 2005.
"Banyak lokasi yang dijuluki tempat terpanas di Bumi tapi tempat-tempat itu bukan pesaing dekat," kata seorang anggota tim peneliti, Steven Running, seperti dikutip LiveScience.
Dia mengacu Kota Furnace Creek di California Amerika Serikat dan Kota El Aziza di Libya yang pernah tercatat sebagai tempat terpanas.
Running dan rekan-rekan penelitinya menguji data inframerah sepanjang tujuh tahun dari satelit U.S. Geological Survey's Landsat.
Data dari satelit sangat membantu para peneliti karena mampu membaca derajat cuaca di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
"Gurun panas di Bumi, seperti Sahara, Gobi, Sonoran dan Lut, memiliki iklim keras dan sangat terpencil sehingga akses untuk pengukuran rutin dan pemeliharaan stasiun cuaca tidak mungkin," kata David Mildrexler, anggota lain tim peneliti tentang alasan Gurun Lut tidak termasuk dalam daftar tempat terpanas terdahulu.
Para peneliti mencatat Gurun Lut juga pernah mencapai suhu terpanas di pada 2004, 2006, 2007, dan 2009, tanpa merinci suhu pada masing-masing tahun. (Ant/Ini)
Temuan terbaru dari para peneliti University of Montana menunjukkan Gurun Lut di Iran sebagai tempat terpanas di Bumi dengan suhu mencapai 70,7 derajat Celcius (159,3 Fahrenheit) pada 2005.
"Banyak lokasi yang dijuluki tempat terpanas di Bumi tapi tempat-tempat itu bukan pesaing dekat," kata seorang anggota tim peneliti, Steven Running, seperti dikutip LiveScience.
Dia mengacu Kota Furnace Creek di California Amerika Serikat dan Kota El Aziza di Libya yang pernah tercatat sebagai tempat terpanas.
Running dan rekan-rekan penelitinya menguji data inframerah sepanjang tujuh tahun dari satelit U.S. Geological Survey's Landsat.Data dari satelit sangat membantu para peneliti karena mampu membaca derajat cuaca di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
"Gurun panas di Bumi, seperti Sahara, Gobi, Sonoran dan Lut, memiliki iklim keras dan sangat terpencil sehingga akses untuk pengukuran rutin dan pemeliharaan stasiun cuaca tidak mungkin," kata David Mildrexler, anggota lain tim peneliti tentang alasan Gurun Lut tidak termasuk dalam daftar tempat terpanas terdahulu.
Para peneliti mencatat Gurun Lut juga pernah mencapai suhu terpanas di pada 2004, 2006, 2007, dan 2009, tanpa merinci suhu pada masing-masing tahun. (Ant/Ini)