![]() |
| Photo : MediaIndonesia.com |
MEDAN - Meski terlahir sebagai orang bugis, HM Jusuf Kalla mengaku sangat mengagumi budaya Aceh. Rasa kagumnya semakin tak terbendung ketika menyadari kalau orang Aceh banyak yang menjadi profesor.
“Kayaknya cuma Aceh yang punya gubernur selalu profesor. Tak ada dijumpai di daerah lain itu,” kata JK saat ditemui usai memberikan materi di seminar Konstruksi Perdamaian Aceh di sebuah hotel berbintang di Medan, Sabtu (17/3) siang.
Fakta itu menurutnya sudah cukup menggambarkan kalau masyarakat Aceh sangat mengedepankan ilmu pengetahuan. Apalagi pengalamannya saat menjadi juru runding perdamaian antara pemerintah RI dengan GAM pada Agustus 2005 lalu, semakin mempertegas kalau masyarakat Aceh dinamis dan berpikir intelektual.
“Saya menangkap (pengalaman Helsinky) masyarakat Aceh sangat gigih memperjuangkan haknya. Pendiriannya kuat,” tukasnya.
Saat ini yang dibutuhkan masyarakat Aceh kata JK ialah sosok pemimpin yang bisa menegakkan keadilan ekonomi. Ia berharap, para pemenang pilkada nanti bisa mengelola sumber daya alam dan keuangan Aceh dengan maksimal. “Dana otonomi khusus itu sangat besar, sayang kalau tak dikelola dengan benar,” katanya.
Senada dengan JK, Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengakui kalau Aceh memiliki potensi menjadi daerah yang lebih maju dari saat ini. Ia mengatakan saat ini orang kaya Aceh mudah didapati di setiap perumahan elit di Medan.
“Rumah dinas saya di komplek Tasbih (Taman Setia Budi Indah), lebih 50 persen penghuninya orang kaya Aceh. Bayangkan kalau mereka menjadi investor di daerahnya sendiri,” kata Gatot. (serambinews.com)
