BANDA ACEH - Realisasi nilai ekspor komoditas nonminyak dan gas (migas) Provinsi Aceh mencapai USD103 juta selama 2011. Angka tersebut meningkat 62 persen dibanding nilai ekspor 2010 yang hanya USD63 juta.
"Kenaikan terjadi karena naiknya sejumlah harga komoditas ekspor di pasar dunia pada periode Januari-Desember 2011," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Aceh, Cipta Hunai kepada okezone di Banda Aceh, Rabu (4/1/2012).
Pada segi volume, ekspor nonmigas Aceh selama 2011 memang mengalami penurunan yaitu seberat 542 ton, dari volume ekspor 2010 yang mencapai 621 ton.
"Meski volume ekspor 2011 lebih sedikit dibanding 2010, namun nilai ekspornya lebih tinggi," sebut Cipta.
Realisasi ekspor tersebut merupakan data sementara yang telah direkap Dinas Perindustrian Aceh. Menurut Cipta komoditas ekspor nonmigas Aceh pada 2011 lalu adalah kopi arabika, kopi luwak, kelapa bulat, kulit kayu manis, amoniak, biji besi dan pupuk ureatrash curah. "Ada 23 negara tujuan ekspor," kata dia.
Negara tersebut adalah Taiwan, Korea, Korea Selatan, Jepang, China, India, Sri Lanka, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura, Filipina, Amerika Serikat (AS), Kanada, Meksiko, Selandia Baru, Australia, Irlandia, Belgia, Inggris, Swedia, Jerman, dan Polandia.
Ekspor dilakukan melalui 11 pelabuhan bongkar muat yang ada di Aceh dan Sumatera Utara. (ade)
***
