| Penggergajian Tower PLN di Baktiya, Aceh Utara |
TEMPO.CO, Banda Aceh – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan kondisi keamanan di Aceh masih kondusif. Dia menilai tahapan Pilkada Aceh tidak terganggu kondisi teror penembakan.
“Karena Aceh baru saja damai, semua orang berharap tidak ada sedikit pun gejolak, sehingga kalau ada jatuh jarum aja sedikit sudah ribut sampai Jakarta,” kata Irwandi di Banda Aceh, Senin, 9 Januari 2012.
Menurutnya kasus penembakan di Aceh dalam sepekan terakhir dan penumbangan tower PT PLN di Aceh Utara pada Sabtu malam, 7 Januari 2012, masih merupakan kriminal murni, tidak terkait dengan politik jelang Pilkada Aceh.
Pilkada di Aceh pernah berlangsung dalam kondisi darurat dan konflik. Misalnya pada pemilu 2004, Aceh masih berstatus Darurat Militer, kemudian juga tahun 1999 yang masih berlangsung konflik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Saat itu pemilu masih bisa dilaksanakan. Karena itulah Irwandi yakin pemungutan suara yang akan dilaksanakan pada 16 Februari 2012 dapat berlangsung aman.
Meski begitu Irwandi berharap polisi dapat mengusut dan mengungkap dalang aksi teror dan penumbangan pembangkit listrik PLN di Aceh. Selama belum ada temuan motif lain, penyebab aksi berlatar belakang ekonomi.
Kasus teror penembakan di Aceh dalam pekan ini telah terjadi sebanyak empat kali. Kasus pertama terjadi penembakan di Ulee Kareng Banda Aceh pada malam pergantian tahun 2011, sekitar pukul 21.00 WIB. Satu penjaga toko boneka tewas. Kasus kedua, pada waktu yang sama, terjadi penembakan di Kabupaten Bireuen terhadap pekerja penggali kabel serat optik milik perusahaan telekomunikasi, tiga orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka.
Kasus ketiga terjadi pada Senin malam, 1 Januari 2012, di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Satu petani tewas ditembak dan satu lainnya luka-luka. Kasus terakhir terjadi Kamis malam, 5 Januari 2012, di kawasan Aneuk Galong, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar. Dalam kejadian tersebut 3 orang terkena luka tembak, salah seorang kemudian meninggal dunia di rumah sakit. Polisi belum berhasil menangkap seorang pun pelaku penembakan tersebut.
Sementara Sabtu malam, 7 Januari 2012 lalu, pembangkit listrik PLN di Desa Matang Sijeuk, Kecamatan Baktia Barat, Aceh Utara, ditumbangkan oleh orang tak dikenal. Kejadian itu menyebabkan pemadaman listrik selama beberapa jam di wilayah pantai timur Aceh. [adi.W/tempo]