DPR Aceh Raih Gelar Master “Terlelet Se-Indonesia”

Sumber Foto : AtjehPost.com


BANDA ACEH, (AtjehPost.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pemerintah Mahasiswa Universitas Syiah kuala (PEMA– Unsyiah), siang tadi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Unjuk rasa dilakukan saat DPRA sedang menggelar paripurna pembahasan Rancangan Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA).

Usai sidang, Ketua DPRA Hasbi Abdullah didampingi Amir Helmi keluar ruangan menemui pendemo. Saat itulah Presiden PEMA Unsyiah memberikan 'sertifikat gelar' dewan terlelet se-Indonesia.

Penyerahan 'gelar' itu tak berlangsung lama. Usai menerima 'sertifikat', Hasbi Abdullah dan Amir Helmi kembali masuk ruangan untuk membahas RAPBA.

Presiden PEMA Unsyiah Furqan Ishak Aqsa kepada wartawan mengatakan, pengesahan APBA dalam tujuh tahun terakhir selalu terlambat.

"DPRA tidak becus mengurus uang. DPRA terkesan main-main dalam membahas anggaran. Anggota dewan baru membahasnya setelah dipaksa oleh rakyat," katanya.

Jika APBA 2012 tidak disahkan pada 31 Januari 2012, kata Furqan, Pemerintah Aceh akan terkena penalti dari pusat. “Sanksi ini akan merugikan 4,5 juta penduduk Aceh,” katanya.

"Tahun ini, DPRA kembali terlambat mengesahkan anggaran. Dari seluruh provinsi di Indonesia, Aceh merupakan daerah yang terakhir. Aceh kalah dari Papua, Maluku, dan lainnya," kata Furqan.

Seharusnya, kata Furqan, DPRA menjadikan pembahasan dan pengesahan APBA sebagai prioritas utama. Namun, Dewan lebih mengutamakan mengurusi dan membahas masalah Pilkada.

Usai unjuk rasa, para mahasiswa membubarkan diri sementara. “Kami akan kembali nanti jam 3, ketika DPRA melakukan pengesahan Rancangan APBA,” ujarnya.[]

Post a Comment

Previous Post Next Post