Soal Punk Aceh, “Punk Muslim” Angkat Bicara

(Klik Profile) - Punk Muslim -

***
Punk Muslim angkat bicara mengenai kasus razia punk di Provinsi Aceh. Artikel sederhana dari Lutfhi, Kami publish tanpa melewati proses edit, apa adanya dari salah satu personil Punk Muslim ini. Berikut isi artikelnya : ....

JADI ANAK PUNK JANGAN LEBAY DAN CENGENG

Kemarin ada kejadian yang rame dibicarain orang. Ya, sekumpulan Pemuda yang meng’aku’kan dirinya sebagai Punkers. Pun masyarakat juga menyebut mereka adalah Punker, dan kalau ada yang menyebut mereka bukan sebagai punker pasti mereka marah. Jadi ditulisan ini semua pembaca harus sepakat untuk menyebut mereka Punkers.

Sebanyak 65 punker ditangkap oleh polisi syariat aceh, Digunduli dan dimandiin. Menurut sebagian media media besar, mereka ditangkap hanya karena mereka menggelar konser mencari donasi untuk anak anak yatim (titik berat pemberitaan), membawa senjata tajam dan memakai narkoba. Sekilas ketika masyarakat membaca ataupun melihat berita ini maka opini yang berkembang adalah, seolah betapa "bangsatnya" para polisi syariat itu, mengkebiri hak-hak pemuda tanggung itu, melanggar HAM, tak berpri-kemanusiaan, dan gak berhati nurani dan sebagainya. ‘orang nyari dana buat anak yatim kok di tangkapi dan diperlakukan seperti maling’.

Tapi ada sebagian kecil media yang memberitakan lebih detail apa sebab mereka ditangkap, selain membawa narkoba dan senjata tajam, mereka juga memanipulasi surat menyurat izin pagelaran konser itu. Bahkan ada media yang mengatakan bahwa konser itu tidak memiliki izin. Gak tanggung-tanggung, kejadian ini laris manis diberitakan oleh media lokal maupun internasional. Pejuang pejuang HAM pun gak kalah ngototnya dalam kasus ini.

Dan gw sendiri sangat menyayangkan kejadian ini. Temen-temen Punker terlalu ngawur. Polisi juga terlalu berlebihan dalam penanganannya. Gw berharap polisi lebih baik lagi dalam membina para ABG yang memang masih dalam masa pencarian jati diri itu. Dan Alhamdulillah memang terakhir dikabarkan sudah sangat baik dalam pembinaannya.

JANGAN LEBAY!

Ternyata lebay-nya pemberitaan tentang kasus ini oleh media kapitalis juga ikut melebay-kan para punkers di negeri ini. Gw baru tahu kalau beberapa komunitas punkers yang kemarin hari sangat anti dan benci dengan media kapitalis, tapi hari ini secara gak langsung mereka ramai-ramai menjilat ludahnya sendiri. Ya, mereka yang kemarin bilang bahwa media kapitalis gak pernah berimbang dalam memandang kasus, yang mereka bilang media kapitalis adalah media kepentingan pesanan dari para penguasa, pesanan partai partai politik. kini mereka memakan mentah mentah isi berita kasus itu tanpa ingat idealisme anti media yang kemarin hari mati-matian mereka tegakkan. Mentang-mentang kasus ini menyangkut “Punk”.

Apa para punkers disini gak ada yang menganalisa adanya kepentingan politik dalam pemberitaan kasus ini? Apalagi adanya media internasional, sekuler tentunya. Dengan objek pemberitaan Punk, kota Aceh, dan syariatnya.

JANGAN CENGENG, INI KONSEKUENSI

Kalau melihat reaksi para Punker disini sepertinya pada gak siap dengan akibat atau hasil dari apa yang dinamakan dengan kontra kultur. Contoh kecil aja. Kalau lo udah memilih untuk gak mandi berminggu minggu bahkan berbulan bulan, seharusnya lo udah siap, konsekuensinya adalah panu, kadas, kurap, bau dan koreng bakal nempel di badan lo, dan namanya orang normal bakal ngejauhin lo. Jadi, stop nyalahin penyakit kulit lo, atau nyalahin orang lain. Paham kan maksud gw...?, Jadi culun kalau lo masih selalu nyalahin penyakit kulit dan orang lain.

Jadi kalau lo sudah siap untuk memanipulasi data, memakai narkoba, membawa senjata tajam lo juga harus siap menghadapi akibatnya. Jadi hadapi saja, hadapi! Tanggung jawab!. Setelah itu lo bisa apa gak mengambil pelajaran?! Kan kita sudah sepakat bahwa jalanan adalah sekolah kehidupan.

ADA UDANG DI BALIK BAKWAN

Pertanyaannya adalah, kenapa kasus di aceh ini sangat booming bahkan sampai media internasional ikut ramai memberitakannya? Padahal kasus serupa (razia) juga sering di kota kota besar lain, bahkan lebih parah dalam penanganannya, gak Cuma digundul tapi juga dipukul dan di tendang. Dan kenapa para punker baru menunjukkan solidaritasnya dikasus ini? Maka ini sangat perlu di analisa.

Apakah ada hubungannya dengan kota Aceh yang menerapkan sistem dan hukum syariat? Yang seperti sejarah tulis, syariat dimanapun di tegakkannya, maka pasti akan menjadi bulan-bulanan fitnah.

Apakah semua pemberitaan ini adalah KONSPIRASI...?

- Personil Punk Muslim -

Eits, ada yang berfikiran bahwa tulisan gw ini menyudutkan temen temen Punk. Hehe, ora opo opo kalau ada yang berfikiran kayak begitu. Gw nulis begini itu buat ngingetin kalau kehidupan jalanan itu keras, lo harus siap ambil resiko karena udah nyebur ke jalanan. Kalau baru persoalan kayak begini aja udah pada nangis, aduuuh.. gimana ngadepin persoalan yang lebih berat lagi? bisa bisa pada bunuh diri lagi.

Dan gw sama sekali gak bernafsu nanggepin celotehan orang cengeng di dunia maya yang mengatakan “polisi syari’at aceh djancok”, “aparat keparat nggateli”, dan celotehan celotehan yang sak enak cangkeme dewe lainnya, yang Jelas para pencaci dunia maya itu udah keukur tingkat emosi dan kejernihan pola pikir mereka. [Underground Tauhid]

*) Luthfi – Guitar And Vocal Punk Muslim


***
Nb: Punker cengeng dilarang komen tulisan ini...!! 

Post a Comment

Previous Post Next Post