ACEH - Desainer ternama Indonesia, Amy Atmanto, Akan menggelar fashion show di Milan-Itali dan Perancis pada akhir 2011. Perancang berdarah Aceh yang menjadi Brand Ambassador Crystal Swarovski ini akan memakai songket aceh sebagai bahan dasar gaun-gaun muslimah glamour rancangannya.
Amy yang dipercaya banyak selebriti untuk merancang gaun pengantin mereka itu mengaku sangat tertarik dan terinspirasi desain songket aceh. Ia pun memborong songket yang dijual di outlet Nyak Ni di Jalan Tuanku Imam Bonjol, Banda Aceh, untuk dibawa pulang ke rumah kebaya, Royal Sulam, miliknya di Jakarta. Menjadikan songket Aceh go international lewat pameran-pamerannya di dunia pun berkali-kali diucapkan perempuan berusia 33 tahun ini.
Sebagai perempuan berdarah Aceh, desainer kebaya Amy Atmanto, 38 tahun, tergerak mengembalikan kejayaan kain tenun Aceh yang motifnya memikat dan indah serta halus seperti sutra. perancang kebaya ini juga saling memberi motivasi agar songket Aceh lebih meluas ke tengah masyarakat.
Datang bersama artis Cut Yanti yang baru-baru ini mendirikan perkumpulan artis Cinta Kain Aceh, Amy terlihat sibuk dan bersemangat mengomentari corak, warna, dan kualitas songket aceh. "Corak, motif, dan warna songket aceh sangat bagus dan indah, Saya akan menciptakan trend mode gaun terbaru dan bisa saya pamerkan di peragaan busana karya saya di Milan dan Paris akhir Desember ini. Peragawatinya akan saya pilih yang berdarah Aceh juga, namanya Tasha," kata desainer kelas atas ini.
Walhasil mereka menggagas perkumpulan Cinta Kain Aceh. Perkumpulan ini diresmikan pada 14 Oktober lalu di Provinsi Aceh, didukung oleh istri Gubernur Aceh, Darwati Irwandy Yusuf, dan pelindung Ny. Mutia Azwar Abubakar, istri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. “Kini industri kecil yang belakangan lesu ini akan dikembangkan lagi,” kata dia.Menurut Amy, banyak motif songket Aceh, misalnya di daerah Gayo, belum banyak dikembangkan. Keinginan itu bak gayung bersambut. Deputi Kementerian Perekonomian meminta Amy meramaikan fashion show International Fair of the Moslem World 2011 di Le Bourget, Paris, Prancis, 17-18 Desember mendatang.
Ia juga menyatakan akan mengangkat songket aceh untuk menjadi trend di Indonesia. "Sebagai desainer saya akan menciptakan trend untuk memakai songket aceh di kalangan artis, model, peragawati, dan ibu-ibu pejabat kenegaraan. Mereka bisa memakai songket ini di acara-acara resmi," kata Amy.
Dengan sedikit sentuhan kreativitas, seperti cara memotong, menggabungkan dengan kain bahan lain, menambah payet, kristal, atau renda, songket Aceh menurutnya akan bisa tampil menjadi gaun muslimah yang cantik, mewah, dan elegan.
Nanti Amy akan menampilkan 10 desain busana dari motif khas Aceh, seperti pucuk rebung, bunga cempaka, dan pintu Aceh dalam tema The Grand Aceh Heritage. Koleksinya, busana pengantin modifikasi dan busana muslim rancangan global. Kain etnis ini diberi detail payet dan swarovski.
“Tidak hanya desain, dalam setiap helai kain ada filosofi islami serta tradisi dan kebudayaan Aceh di dalamnya,” ujar pemilik label busana Royal Sulam dan Royal Kaftan ini. Mudah-mudahan langkah itu membuat tenun Aceh lebih dikenal dan membawa manfaat bagi masyarakat Aceh.
