Aceh International Sufi Music Festival 2011


Lima negara di pastikan akan mengikuti Festival Musik Sufi Internasional yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Besok 18-19 November.

Konseptor acara, Rafli Kande, Senin (14/11), di Banda Aceh mengatakan, festival bertaraf internasional yang baru pertama kali digelar di Aceh akan diikuti oleh India, Prancis, Iran, Malaysia, dan Indonesia. Rencananya festival tersebut akan dihadiri Kementerian Pariwisata dan Gubernur Aceh.

“Seiring dengan kemajuan zaman dan dinamisnya peradaban Islam di Aceh, salah satu cara membangun silaturahmi dilakukan melalui pendekatan budaya khususnya seni musik. Apalagi Aceh memiliki perjalanan tentang keislaman yang baik,” kata vokalis band Kande ini.

Di Aceh, kata Rafli, banyak ulama zaman dulu berdakwah melalui dunia seni. Misalnya Malik Al-Shaleh (Raja kerajaan Pasee), Hamzah Fanshuri dan Syech Abdul Rauf Assingkily.

“Kini, dunia seni sudah menjadi keseharian masyarakat Aceh karena mampu memotivasi, menjalin komunikasi, dan memperindah kontemplasi kepada sang Khalik,” kata Rafli.

Festival itu, kata Rafli, juga untuk mempromosikan pariwisata, seni, dan budaya Aceh ke dunia internasional. "Ini relevan dengan pencanangan wisata budaya Islami yang sedang digalakkan Pemerintah Kota Banda Aceh. Acara ini mengindikasikan bahwa Aceh merupakan wilayah yang layak untuk dikunjungi oleh semua tamu baik wisatawan mancanegara maupun domestik.”


Rafli berharap festival itu jadi modal berharga bagi Aceh untuk memberitahukan kepada dunia bahwa Aceh nyaman dikunjungi dan bisa diadakan pentas bertaraf Internasional.

Sedangkan manajer pertunjukan, Ayi Sarjev, mengatakan pembukaan festival nantinya akan diawali dengan kalaborasi komunitas budaya rapai Aceh meusuhu dan rapai pasee.

“Semua pemain rapai nantinya sebanyak 60 orang. 15 di antaranya bermain rapai grinveng dan yang lainnya bermain ratoeh duek serta rapai kreasi,” kata Ayi Sarjev.[ap]

Peserta Tiba di Banda Aceh

Peserta musik sufi dari dua negara tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh siang tadi untuk mengikuti acara Aceh Internasional Musik Sufi Festival yang akan berlangsung tanggal 18-19 November 2011.

“Yang sudah sampai dua negara dari Iran dan India. Selebihnya yang lain, Raihan dari Malaysia dan Yahya Zadeeh dari Prancis, akan tiba besok,” ujar ketua pelaksana Aceh Internasional Musik Sufi Festival, Hamdan Amin (16/11).

Kedua peserta festival musik sufi tersebut tiba di Bandara Internasional Sultan Iskadar Muda tadi siang, pukul 12.00 WIB. Hamdan mengatakan bahwa ada sedikit perubahan jadwal kedatangan para peserta dari dua negara ini yang semula dijadwalkan akan tiba nanti sore. Para peserta dari lima negara ini nantinya akan dijadwalkan tampil dan menghibur masyarakat Aceh pada tanggal 18-19 November 2011.

Perlehatan akbar musik sufi dunia yang akan berlangsung selama dua hari dan akan dipusatkan di Lapangan Blang Padang Banda Aceh. Dalam acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang bekerja sama dengan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia tersebut, selain menampilkan musik-musik beraliran sufi yang dibawakan oleh lima negara juga menampilkan konten-konten lokal Aceh yang akan dibawakan oleh kelompok Rapai Pasee, Saleum Broe, dan Geunta Pasee Broe. 

Peserta yang akan tampil dalam acara ini antara lain Roohtaf (Iran), Raihan (Malaysia), Yahya Zadeh (Perancis), Shahid Parvev (India), Debu (Indonesia), serta Kande (Aceh).

“Untuk acara festival ini nantinya akan diadakan selepas shalat Isya. Sedangkan untuk konten lokal Aceh, kita akan adakan pada sore harinya, selepas shalat Ashar,” tutur Hamdan.

Dia mengharapkan dengan diselenggarakannya Aceh International Sufi Music Festival ini, damai Aceh tetap terjaga dengan baik dan Aceh bisa menerima perubahan-perubahan yang ada. “Aceh adalah basis ulama sufi yang dulunya mereka juga hidup damai dimasanya. Dan Aceh bisa menerima perubahan dalam konteks islami,”harapnya.[tgj]

***

Post a Comment

Previous Post Next Post