Kepala Pelabuhan Ulee Lheue T Naziruddin alias Ampon mengatakan setelah terkatung-katung, kapal bernama Amber itu akhirnya menepi di belakang kantor Kepolisian Sektor Ulee Lheue.
"Nahkodanya bernama Denman, warga Inggris umur 40 tahun," ujar Ampon. Kapal itu, kata dia, berangkat dari Sabang pada Minggu (23/10). "Karena terjadi gangguan mesin perahu tersebut tidak bisa melanjutkan pelayaran ke Phuket, Thailand."
Amatan The Atjeh Post, layar kapal itu juga robek. Kemungkinan karena terpaan angin laut. "Berdasarkan keterangan pemiliknya, perahu tersebut rusak alat transmisinya," ujar Ampon kepada The Atjeh Post, Kamis (27/10).
Setelah menepi di belakang Polsek Ulee Lheue, sambung Ampon, lalu Denman dengan perahu karet pergi menemui petugas pelabuhan.
"Sampai kemari Denman terlihat kecapean dan lapar, sehingga saya menugaskan petugas untuk membeli makanan," kata Ampon.
Usai makan, petugas kemudian meminta keterangan Denman. "Semua dokumen perjalanannya kami periksa ternyata tidak ada masalah," ujar Ampon.
Lalu, sambung Ampon, dua petugas menarik kapal layar tersebut ke pelabuhan dengan bot karet milik Denman. Perahu layar itu kemudian diparkir di samping kapal cepat Pulo Rondo yang juga sedang diperbaiki.
Menurut Ampon juga, Denman mendarat di Sabang pada 17 Oktober setelah berlayar dari Nias. Si bule itu, kata dia, berlayar sendiri tanpa awak kapal.
Ampon menambahkan sebagai penanggung jawab Pelabuhan Ulee Lheue, ia tidak keberatan dengan "menumpangnya" Amber milik Denman di pelabuhan tersebut.
"Ini merupakan kewajiban kami untuk warga manapun apabila terjadi di kawasan kita. Kami juga telah berkoordinasi dengan Syah Bandar, Pol Airud, dan Imigrasi agar bisa kita pastikan kehadiran warga asing betul-betul aman," tandas Ampon.
Hinga Jumat (28/10) siang, kapal layar Amber milik Denman masih parkir di Pelabuhan Ulee Lheue.[]
***

